JAKARTA – Portallnews.my.id Kepala Agen Spesial Garuda Sakti Republik Indonesia (ASGAS RI), Prajaya Gantari Surobesari, menyerukan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat solidaritas kebangsaan, serta mempertahankan stabilitas negara di tengah meningkatnya tantangan global yang dinilai semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
Dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026), Prajaya menegaskan bahwa persatuan bangsa merupakan benteng utama yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai dinamika dunia, mulai dari gejolak ekonomi global, persaingan geopolitik, disrupsi teknologi, hingga berbagai tantangan sosial yang berpotensi memengaruhi ketahanan nasional.
Menurutnya, stabilitas nasional bukan sekadar kebutuhan politik, melainkan fondasi strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional, penguatan ekonomi, reformasi birokrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pencapaian visi besar Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
“Bangsa yang besar tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonominya, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persatuan dan soliditas nasional. Indonesia harus mampu berdiri kokoh di tengah perubahan global yang sangat cepat dan kompetitif,” tegas Prajaya.
Ia menilai bahwa perbedaan pandangan politik, kritik terhadap pemerintah, maupun dinamika demokrasi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, seluruh pihak harus mengedepankan dialog, musyawarah, dan semangat persaudaraan agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan kepentingan nasional.
Menurutnya, polarisasi yang berkepanjangan hanya akan menguras energi bangsa dan berpotensi menghambat percepatan pembangunan yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah.
“Jangan sampai perbedaan pendapat dimanfaatkan untuk memecah belah bangsa. Persatuan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan tertentu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prajaya menegaskan bahwa ASGAS RI berkomitmen mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, nasionalisme, dan solidaritas sosial sebagai modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga menyoroti perkembangan ruang digital yang kini memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat. Menurutnya, media sosial harus menjadi sarana edukasi, penyebaran informasi yang bertanggung jawab, serta penguatan persaudaraan antaranak bangsa, bukan menjadi ruang yang memperuncing perpecahan dan penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Literasi digital harus terus diperkuat. Masyarakat perlu semakin cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi agar ruang digital tidak menjadi sumber konflik sosial maupun disintegrasi bangsa,” katanya.
Prajaya turut mengapresiasi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang dinilainya terus membuka ruang partisipasi publik dalam berbagai program pembangunan nasional. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif tetap diperlukan sebagai bagian dari demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan dan riset, penguatan industri nasional, peningkatan kapasitas lembaga negara, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga penguatan ketahanan ekonomi nasional.
Di sektor ekonomi, Prajaya menegaskan bahwa Indonesia harus terus memperkuat sektor-sektor produktif, meningkatkan daya saing industri dalam negeri, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional agar mampu menghadapi perubahan lanskap ekonomi global yang semakin kompetitif.
“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Jika seluruh elemen bangsa mampu menjaga kebersamaan dan gotong royong, maka cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Prajaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas nasional, memperkuat rasa kebangsaan, serta berperan aktif dalam pembangunan demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
(Red/PN)
Social Header